Senin, 01 November 2010

Sejarah Kesenian Tarling


Tarling merupakan kesenian khas dari wilayah pesisir timur laut jawa barat (indramayu-cirebon dan sekitarnya). Bentuk kesenian organ tunggal ini pada dasarnya adalah pertunjukan musik, namun disertai dengan drama pendek. Nama “tarling” diambil dari singkatan dua alat musik dominan: gitar akuistik dan suling. Selain kedua instrumen ini, terdapat pula sejumlah perkusi, saron, kempul, gong dan dangdut organ tunggal.

Awal perkembangan tarling tidak jelas. Namun demikian, pada tahun 1950-an musik serupa tarling telah disiarkan oleh rri cirebon dalam acara “irama kota udang”, dan menjadikannya populer. Pada tahun 1960-an pertunjukan ini sudah dinamakan “tarling atau
dangdut organ tunggal” dan mulai masuk unsur-unsur drama.

Semenjak meluasnya popularitas dangdut pada tahun 1980-an, kesenian tarling terdesak. Ini memaksa para seniman tarling memasukkan unsur-unsur dangdut dalam pertunjukan
dangdut organ mereka, dan hasil percampuran ini dijuluki tarling-dangdut organ (atau tarlingdut). Selanjutnya, akibat tuntutan konsumennya sendiri, lagu-lagu tarling di campur dengan perangkat musik elektronik sehingga terbentuk grup-grup organ tunggal tarling organ tunggal. Pada saat ini, tarling sudah sangat jarang dipertunjukkan dan tidak lagi populer. Tarling dangdut lebih tepat disebut dangdut cirebon.


1 komentar:

adrian lisapaly mengatakan...

nuhun

Poskan Komentar